Bagaimana membuat proposal bisnis yang epik

04 Jul

Salam Teknologi!

Kali ini kami ingin berbagi pengalaman bagaimana kami membuat proposal bisnis yang epik. Maksud dari epik adalah proposal yang memenangkan tender atau proyek sekaligus sebagai portofolio (ajang promosi) perusahaan.

Bagi Jenderal Software, proposal bisnis adalah hal yang harus diperlakukan dengan hati-hati dan cermat. Kami mengibaratkan proposal sebagai jembatan yang menghubungkan antara perusahaan dan calon klien. Sebuah jembatan yang mengantar kami pada hubungan yang lebih mendalam dengan klien. Pendapat umum mengatakan penolakan proposal bisnis oleh klien adalah sebuah kegagalan perusahaan. Bagi kami tidak begitu. Kami berangkat dari pemikiran yang lebih jauh. Peran proposal tidak hanya serta merta sebagai alat untuk meng-goal-kan suatu proyek. Tujuan – tujuan pemasaran juga dapat dicapai dari proposal seperti mengenalkan perusahaan untuk pertama kalinya pada calon klien. Berangkat dari pemikiran tersebut, kami benar-benar membangun ‘jembatan’ ini dengan berbagai pertimbangan.

 

Kami telah mempelajari sejumlah teori, membaca artikel-artikel dari para pelaku bisnis, mendasarkan pada pengalaman kami. Beberapa pertimbangan utama dalam perumusan proposal bisnis telah kami simpulkan.

Apa saja acuan Jenderal Software dalam perumusan proposal bisnis sehingga tujuan jangka panjang (pemasaran) dan tujuan jangka pendek (deal proyek) tercapai?

 

#Mempertegas tujuan proposal dan memfokuskan pada klien (client-oriented)

Kami memiliki klien yang prospektif dan potensial. Kami pahami bisnis mereka. Kami pelajari masalah dan tantangan bisnis mereka lalu kami tawarkan solusi yang menyelesaikan segala tantangan para klien. Mengacu pada pemikiran inilah kami rumuskan proposal. Fokus proposal terletak pada klien. Bagaimana kami menyadarkan mereka bahwa ada masalah dan tantangan dalam dunia bisnis terkait teknologi aplikasi yang harus disediakan solusinya dengan tepat. Seringkali kesalahan mendasar perusahaan dalam penulisan sebuah proposal adalah terlalu memfokuskan isi proposal dengan portofolio diri (perusahaan). Portofolio diri perusahaan memang perlu dijadikan bahasan dalam merumuskan proposal hanya saja prioritas utama adalah hal-hal tentang klien. Kami pertegas kembali apa yang menjadi tujuan dan obyektif klien. Isi/konten proposal adalah klien, klien, klien lalu perusahaan.

 

#Menjelaskan apa yang ditawarkan pada klien

Untuk menjelaskan apa yang kami tawarkan pada klien, kami menggunakan tiga acuan sederhana:

1.      Tantangan

Ini adalah hal yang paling mendasar. Apa yang menjadi tantangan dan masalah klien? berangkat dari pertanyaan tersebut kami rumuskan proposal. Kami membantu klien untuk mengenali masalah dan tantangan terkait perkembangan teknologi dan menawarkan solusinya.

2.      Aksi

Setelah tantangan dan masalah dipahami, tahap berikutnya adalah menjelaskan aksi-aksi apa saja yang relevan dan perlu dilakukan dalam rangka menyelesaikan tantangan dan masalah kepada klien. Klien perlu tahu alur kerja yang kami implementasikan.

3.      Hasil

Inilah bagian terpenting. Hasil adalah sesuatu yang paling dipikirkan klien. Kami menjelaskan hasil yang akan diperoleh kepada klien serasional mungkin.

 

#Menjelaskan solusi dan layanan yang ditawarkan

Bagi kami ini merupakan bagian terpenting. Proposal tidak boleh tidak jelas. Semuanya harus jelas. Solusi dan layanan kami jelaskan dengan sespesifik/sedetail mungkin yang nantinya akan memuaskan klien. Sebagai contoh karena kami adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi aplikasi, kami selalu memperjelas:

1.      Fitur – fitur aplikasi apa saja yang kami ciptakan untuk kebutuhan klien.

2.      Apakah kami menyediakan layanan kosultasi face to face (tatap muka).

 

Ketika itu berkaitan dengan layanan : KAMI SELALU SPESIFIK DAN DETAIL!

                                                   sumber : www.projectmanager.com

Demikian acuan-acuan dalam perumusan proposal yang kami simpulkan dari pengalaman kami menangani berbagai macam klien. Pengalaman setiap perusahaan memang berbeda dan unik namun kami yakin apa yang kami bagi di tulisan ini bersifat universal atau dapat diterapkan pada berbagai institusi bisnis. Semoga bermanfaat! Terima Kasih sudah membaca.

Copyright © 2016. Jenderal Corp.